<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lukas Enembe, S.IP.</title>
	<atom:link href="http://enembe.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enembe.com</link>
	<description>Pemimpin Pembaharu Papua</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 11:30:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Papua Perlu Badan Olahraga Profesional</title>
		<link>http://enembe.com/papua-perlu-badan-olahraga-profesional.html</link>
		<comments>http://enembe.com/papua-perlu-badan-olahraga-profesional.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 10:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA—Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe mengatakan, Papua perlu memikirkan membentuk sebuah badan olahraga tersendiri yang dikelola oleh orang profesional. Badan tersebut tanpa dipimpin oleh pejabat berpangkat yang hanya akan menghabiskan duit.

“Ini yang tidak pernah dipikirkan, Badan olahraga juga mengelola Seni dan Budaya Papua serta mengembangkan bidang olahraga,” kata Enembe kepada Bintang Papua, Rabu (5/10) Menurutnya, Badan Olahrga, entah seperti apa nanti namanya, bukan seperti saat ini yang tidak produktif meningkatkan potensi anak-anak Papua. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA—Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe mengatakan, Papua perlu memikirkan membentuk sebuah badan olahraga tersendiri yang dikelola oleh orang profesional. Badan tersebut tanpa dipimpin oleh pejabat berpangkat yang hanya akan menghabiskan duit.</p>
<p>“Ini yang tidak pernah dipikirkan, Badan olahraga juga mengelola Seni dan Budaya Papua serta mengembangkan bidang olahraga,” kata Enembe kepada Bintang Papua, Rabu (5/10) Menurutnya, Badan Olahrga, entah seperti apa nanti namanya, bukan seperti saat ini yang tidak produktif meningkatkan potensi anak-anak Papua.</p>
<p>Badan ini akan berkoordinasi dengan KONI atau organisasi cabang Olahraga di Papua. “Tapi dalam kerjanya, badan ini lebih mengutamakan bagaimana membangun olahraga sebagai investasi daerah, sayang bila potensi dunia sepak bola misalnya tidak menghasilkan sesuatu untuk pembangunan daerah,” katanya.</p>
<p>Ia memandang, sepak bola menjadi potensi Papua yang begitu besar. Dari sepak bola, muncul nama tokoh pemain profesional seperti Rully Nere. Sepak bola memberi citra positif untuk Papua di mata internasional. “Kalau sepak bola diangkat, tanpa berharap dari Freeport pun, kita bisa membangun Papua, ini rencana saya, memajukan sepak bola sebagai asset yang sangat bernilai,” ucapnya.</p>
<p>Baginya, Badan Olahraga bisa saja dipimpin oleh seniman atau olahragawan ternama. Dengan begitu, keseriusan akan terjadi dan rasa cinta membangun dunia seni atau olahraga terwujud. “Mereka tidak berpikir untuk perjalanan dinas yang menghabiskan uang, seniman atau olahragawan sebaliknya akan berpikir bagaimana menghasilkan uang, mereka menjiwai profesinya dan tidak berpikir untuk korupsi,” paparnya.</p>
<p>Ia berharap, pemerintah saat ini tidak berpaling dalam mengembangkan potensi seni dan olahraga. “Pemerintah punya tugas mengangkat talenta pemain-pemain Papua, jika bidang ini digerakkan secara luas, Papua akan lebih dikenal daripada Jawa,” pungkasnya.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/papua-perlu-badan-olahraga-profesional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Pemain Papua Siap Jebol Gawang Arsenal</title>
		<link>http://enembe.com/empat-pemain-papua-siap-jebol-gawang-arsenal.html</link>
		<comments>http://enembe.com/empat-pemain-papua-siap-jebol-gawang-arsenal.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 11:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA – Mantan pesepakbola nasional, Rully Rudolf Nere optimis tim pilihan hasil seleksi Tunas Garuda di sembilan kota di Indonesia, termasuk Jayapura, siap menjebol gawang Arsenal pada latih tanding melawan tim junior klub dunia itu, Oktober mendatang. Pemain Papua yang bakal ikut ke London yakni Terens Puhiri, Ortiz Urpon, Frangky Kogoya dan Yunus Fandy Modouw. “Mereka ini dari Papua, ada juga satu dari Papua Barat. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA – Mantan pesepakbola nasional, Rully Rudolf Nere optimis tim pilihan hasil seleksi Tunas Garuda di sembilan kota di Indonesia, termasuk Jayapura, siap menjebol gawang Arsenal pada latih tanding melawan tim junior klub dunia itu, Oktober mendatang.</p>
<p>Pemain Papua yang bakal ikut ke London yakni Terens Puhiri, Ortiz Urpon, Frangky Kogoya dan Yunus Fandy Modouw. “Mereka ini dari Papua, ada juga satu dari Papua Barat. Ya kita optimis bisa jebol gawang Arsenal,” kata Rully Nere, pelatih tim Tunas Garuda, Rabu (28/9).</p>
<p>Di Jayapura, Tunas Garuda sebelumnya menyeleksi sekitar 350 anak berusia 14 – 16 di Stadion Barnabas Youwe Sentani, 9 – 11 Juni lalu. Sementara di Jakarta, dari 36 anak yang dikumpulkan, juga diambil 18 anak untuk diseleksi lagi. “Tim akan diberangkatkan sekitar tanggal 10 bulan Oktober, mereka di London untuk beberapa waktu dan berlatih tanding disana,” ujarnya.</p>
<p>Program Tunas Garuda diselenggarakan oleh DPP partai Demokrat. “Untuk itu kami berterima kasih pada bapak Lukas Enembe yang telah memberi sumbangsihnya pada dunia sepak bola, ini semua untuk pemain masa depan Indonesia,” ucapnya.</p>
<p>Dari 36 yang masih diseleksi saat ini, 18 pemain terbaik yang nantinya diberangkatkan. “Itu termasuk empat pemain Papua, mereka nantinya akan terus dilatih untuk menjadi pemain profesional,” ucapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kualitas pemain Papua yang akan diberangkatkan tak diragukan. “Dua dari mereka berasal dari gunung dan dua lainnya dari Jayapura, saya kira ini moment dimana anak-anak Papua bisa berkembang dalam dunia bola.”</p>
<p>Dulu kata dia, sulit untuk mendapat predikat pemain profesional. Harus dari kampung, ke kota baru kemudian diorbitkan menjadi pemain tim nasional. “Tapi saat ini tidak lagi, sudah ada fasilitas yang tinggal dinikmati, tinggal ada kemauan dan berlatih secara serius, pasti akan bersinar dan berkualitas,” tambahnya.</p>
<p>Sumbangsih Partai Demokrat, lanjutnya, tanpa unsur politik. “Ini murni untuk meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. Kepedulian Demokrat itu yang harus kita apresiasi,” pungkasnya.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/empat-pemain-papua-siap-jebol-gawang-arsenal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Pembangunan di Papua Gagal, Jangan Salahkan Pusat</title>
		<link>http://enembe.com/jika-pembangunan-di-papua-gagal-jangan-salahkan-pusat.html</link>
		<comments>http://enembe.com/jika-pembangunan-di-papua-gagal-jangan-salahkan-pusat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 10:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA – Pembangunan di Papua yang oleh banyak pihak disoroti dengan sejumlah kegagalannya, bahkan setelah Otsus  yang dibarengi  pendanaan pembangunan  di Papua yang meningkat  juga, menurut Lukas Enembe, bukan salah Pemerintah Pusat.   “Presiden merasa penting untuk kontrol wilayah ini dengan perhatian yang berlebihan dan sungguh-sunguh untuk kesejahteraan rakyat Papua.  Jadi tidak bisa persalahkan Pemimpin Negara RI, persalahkanlah kepada pemimpin-pemimpin Papua,” ungkapnya saat memberi  sambutan dalam peresmian Posko Pemenangan Pasangan Lukmen di pinggiran Danau Sentani, Sabtu (24/9). ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA – Pembangunan di Papua yang oleh banyak pihak disoroti dengan sejumlah kegagalannya, bahkan setelah Otsus  yang dibarengi  pendanaan pembangunan  di Papua yang meningkat  juga, menurut Lukas Enembe, bukan salah Pemerintah Pusat.</p>
<p>“Presiden merasa penting untuk kontrol wilayah ini dengan perhatian yang berlebihan dan sungguh-sunguh untuk kesejahteraan rakyat Papua.  Jadi tidak bisa persalahkan Pemimpin Negara RI, persalahkanlah kepada pemimpin-pemimpin Papua,” ungkapnya saat memberi  sambutan dalam peresmian Posko Pemenangan Pasangan Lukmen di pinggiran Danau Sentani, Sabtu (24/9).</p>
<p>Hal itu karena, menurutnya,  karena para penyelenggara di Papua yang tidak sungguh-sungguh bangun Papua. “Kalau kita bangun Papua dengan hati,  saya yakin kita tidak miskin, kita tidak tertinggal. Kita lebih maju dari provinsi-provinsi lain,” lanjutnya.</p>
<p>Dukungan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan jumlah penduduk yang sedikit, menurutnya seharusnya dapat mensejahterakan rakyat Papua. “Kebijakan Pemerintah Pusat yang sungguh-sunguh, baik pembiayaan maupun program itu luar biasa,” jelasnya.</p>
<p>Dengan tindakan nyata, Ia yakin Papua yang kita harapkan akan tercapai. “Yang terjadi saat ini orang masuk di Papua tujuannya untuk ‘pencuri’.  Dana sekian triliun untuk bangun Papua dengan berbagai kebijakan, tetapi dia masih pikir, sekian triliun ini berapa  saya bisa bawa keluar dari Papua,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan data dari Bank Indonesia yang menyebutkan,  setiap tahunnya Rp 17 Triliun keluar dari Papua. “Dari dana transfer Pemerintah Pusat ke Papua, yang keluar itu 17 truliun dari 28 triliun yang masuk,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, membangun Papua butuh keberanian. Dan bila Ia dipercaya menjadi Gubernur Papua, akan menerapkan satu aturan baru yang mengharuskan setiap orang yang bekerja di Papua dikenakan kewajiban untuk memberikan beberapa persen sebagai ucapan terimakasih kepada Tanah Papua.</p>
<p>Drs Henock Ibo selaku sesepuh Partai Demokrat di Papua, dalam skapur sirihnya menyatakan bahwa Papua membutuhkan pemimpin yang punya hati. Menurutnya bahwa dalam sejarah, Tuhan Yesus memilih seorang pemimpin di pingir danau.  “Dengan di pinggiran Danau Sentani ini, Tuhan telah memilih seorang pemimpin untuk Papua,” ungkapnya.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/jika-pembangunan-di-papua-gagal-jangan-salahkan-pusat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cari Dukungan, Klemen Berkunjung ke Hamadi Gunung</title>
		<link>http://enembe.com/cari-dukungan-klemen-berkunjung-ke-hamadi-gunung.html</link>
		<comments>http://enembe.com/cari-dukungan-klemen-berkunjung-ke-hamadi-gunung.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 08:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Jayapura-Salah satu Bakal Calon Wubernur Provinsi Papua Klemen Tinal mengunjungi masyarakat di Hamadi Gunung Senin (19/9), kemarin. Dalam kunjungan tersebut Klemen yang berpasangan dengan Lukas Enembe memfokuskan perhatian kepada mama penjual pinang , para nelayan serta tukang ojek yang berada di Hamadi Gunung , dengan mendengarkan keluhan dari para mama penjual pinang serta para nelayan serta juga para tukang ojek.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jayapura-Salah satu Bakal Calon Wubernur Provinsi Papua Klemen Tinal mengunjungi masyarakat di Hamadi Gunung Senin (19/9), kemarin.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut Klemen yang berpasangan dengan Lukas Enembe memfokuskan perhatian kepada mama penjual pinang , para nelayan serta tukang ojek yang berada di Hamadi Gunung , dengan mendengarkan keluhan dari para mama penjual pinang serta para nelayan serta juga para tukang ojek.</p>
<p>Klemen sempat memberikan cerama kepada mereka bagaimana membagun kehidupan yang mandiri , Papua bangkit untuk mandiri.</p>
<p>Menurut Klemen, kalau saat ini ia lebih memilih untuk memeratakan masyarakat Papua yang bangkit dan mandiri bukan hanya mulai dari kampung, namun banyak juga masyarakat di kota masih tertinggal sama hal nya mereka yang berada di kampung, dalam hal ekonomi , sehingga menururtnya pihaknya akan melakukan pemerataan dalam hal memberikan penguatan dan juga memberikan perhatian yang sama kepada mereka.</p>
<p>Lebih lanjut klementinal mengatakan kalau” hal ini merupakan hal yang wajar ketika berjumpa dengan masyarakat di sini, namun hal yang luar biasa bagaimana kita bisa mewujudkan Papua bangkit untuk mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: (Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/cari-dukungan-klemen-berkunjung-ke-hamadi-gunung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anas: Partai yang Cerdas Adalah yang Bisa Rumuskan Solusi</title>
		<link>http://enembe.com/anas-partai-yang-cerdas-adalah-yang-bisa-rumuskan-solusi.html</link>
		<comments>http://enembe.com/anas-partai-yang-cerdas-adalah-yang-bisa-rumuskan-solusi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 10:53:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA—Partai yang cerdas adalah partai yang bisa merumuskan dan menghadirkan solusi,  meskipun solusi tersebut tidak bisa tiba-tiba datang dan jatuh dari langit.
Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam arahannya ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-II Partai Demokrat Provinsi Papua Tahun 2011 bertempat di Swissbelt Hotel Jayapura Senin (12/09).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA—Partai yang cerdas adalah partai yang bisa merumuskan dan menghadirkan solusi,  meskipun solusi tersebut tidak bisa tiba-tiba datang dan jatuh dari langit.</p>
<p>Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam arahannya ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-II Partai Demokrat Provinsi Papua Tahun 2011 bertempat di Swissbelt Hotel Jayapura Senin (12/09). “Dan karena itulah pesan moral politik yang penting dalam musda kali ini adalah bagaimana kita semua mengundang kerja keras dan ikhtiar dari para kader Partai Demokrat untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” tandasnya.</p>
<p>Dikatakan,  acara dan kegiatan ini sangat penting, bukan saja karena menjadi agenda rutin konstitusional,  tetapi ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, perbaikan, konsolidasi sekaligus merancang masa depan yang lebih baik bagi kehadiran Partai Demokrat di Tanah Papua dan di negeri yang dicintai ini.</p>
<p>“Karena itulah pada kesempatan yang baik ini, selamat bermusda dan mari jadikan musda ini sebagai musda yang cerdas, bervisi, berkualitas, bermartabat dan bervisi masa depan,” imbuhnya.</p>
<p>Diyakininya bahwa seluruh peserta musda bisa mendedikasikan pikiran, waktu, konsep dan seluruh kebaikan-kebaikan untuk menjadikan musda menjadi pondasi yang kokoh bagi Partai Demokrat di masa depan.</p>
<p>Sementara itu  dalam sambutan <strong>Lukas Enembe</strong> sebelumnya, terdapat banyak daftar, yaitu daftar harapan, dimana daftar harapan itu adalah bentuk tanggung jawab Partai Demokrat di Tanah Papua untuk menjadikan Tanah Papua menjadi lebih baik.</p>
<p>Lanjutnya, saran dan masukan Gubernur Provinsi Papua juga sangat penting dimana jika dilakukan oleh Partai Demokrat,  maka dapat menjadi partai yang dicintai dan diharapkan oleh masyarakat Papua.</p>
<p>“Mari kita laksanakan harapan-harapan Gubernur Provinsi Papua,” ujarnya.<br />
Selain itu, Musda kedua ini diselenggarakan masih didalam Perayaan HUT Partai Demokrat ke-10 yaitu tepatnya pada tanggal 9 September 2011 yang mana Partai Demokrat sudah hadir mengabdi dan memberikan kontribusi selama 10 tahun bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>“Satu dasawarsa sudah demokrat hadir menjalankan fungsi dan menjadi partai terbesar di tanah air meskipun Partai Demokrat baru berusia 10 tahun dan baru 2 kali ikut pemilu,” urainya.</p>
<p>Anas menuturkan bahwa sejarahlah yang membawa Partai Demokrat membawa pada peran dan fungsinya, sejarah pulalah yang membawa Partai Demokrat Papua menjadi partai yang besar di Tanah Papua dan kehendak sejarah inilah yang inti sarinya harus dijadikan hikmah dan pelajaran sehingga seluruh kader Partai Demokrat makin termotivasi, bersemangat, berikhtiar yang terbaik untuk memajukan partai dan membangun sinergi dengan partai-partai lain yang merupakan sahabat Partai Demokrat.</p>
<p>“Membangun sinergi yang bersahabat dengan partai lain adalah bagian dari tanggung jawab sejarah kita, karena disadari dengan sungguh-sungguh, tidak bisa urusan apapun di negeri diselesaikan dengan satu partai saja tetapi harus diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh potensi kekuatan bangsa,” ungkapkanya.</p>
<p>Anas juga  menerangkan bahwa di Papua terdapat 18 partai politik yang mempunyai wakil di DPRP dan sudah hadir atau dalam pengertian mendaftar sebanyak 6 partai politik baru. Dimana dari 38 partai politik yang ikut berkompetisi tahun 2009 lalu, baru ada 18 partai politik yang baru bisa mengirimkan wakilnya di parlemen lokal dan 6 parpol yang berikhtiar menjadi peserta di pemilu yang akan datang. “Kita tidak tahu lulus verifikasi atau tidak karena itu adalah potensi politik bangsa dimana jika bisa membangun sinergi bangsa dalam perbedaan maka itulah tantangan yang ada di depan kita yang tidak boleh dihindari, tantangan itulah yang harus secara bertanggung jawab dicarikan solusinya yang terbaik,” pungkasnya.</p>
<p>Anas juga menambahkan bahwa diselenggarakannya musda ini bersamaan dengan masa persiapan pemilukada Gubernur Provinsi Papua dimana Partai Demokrat sudah menetapkan pasangan calon dengan penuh tanggung jawab. “Tidak bertujuan semata-mata Lukas Enembe bisa menjadi Gubernur saja tapi yang lebih substansi adalah ingin menghadirkan pemimpin yang tepat bagi kemajuan dan masa depan Tanah Papua,” tandasnya.</p>
<p>Karena, Anas melanjutkan bahwa pemimpin yang tepat akan menjadi lokomotif perubahan yang baik, lokomotif perbaikan-perbaikan yang substansif untuk bekerja keras untuk memajukan Tanah Papua yang diberkati ini.</p>
<p>“Itu tujuannya dan karena itulah saya juga berharap agar musda kedua ini sekaligus dapat menjadi sarana kristalisasi semangat, motivasi dan cita-cita kader Demokrat di Tanah Papua dan menghadirkan demokrasi yang sehat di Tanah Papua, demokrasi yang matang dan hasil yang terbaiklah yang akan dipercaya oleh rakyat di Tanah Papua,” paparnya.</p>
<p>Anas menyebutkan, jika dilihat dari wajah <strong>Lukas Enembe</strong> adalah gubernur yang tertunda 5 tahun yang lalu dan mudah-mudahan tahun inilah saatnya.<br />
“Namun sekali lagi itu tidak akan jatuh sendiri dari langit tapi dari kerja keras menghadirkan pemimpin yang tepat,” katanya.</p>
<p>Sumber: (Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/anas-partai-yang-cerdas-adalah-yang-bisa-rumuskan-solusi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangun Papua Tak Bisa Andalkan Mayoritas</title>
		<link>http://enembe.com/bangun-papua-tak-bisa-andalkan-mayoritas.html</link>
		<comments>http://enembe.com/bangun-papua-tak-bisa-andalkan-mayoritas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 08:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA—Membangun Papua  tak bisa mengandalkan kekuatan mayoritas, tapi membangun Papua harus mengandalkan kebersamaan, membuka ruang, memberikan kesempatan, mengajak parpol partai politik semisi, sevisi dan sepikiran dengan Lukas  Enembe untuk membangun Papua yang lebih  baik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA—Membangun Papua  tak bisa mengandalkan kekuatan mayoritas, tapi membangun Papua harus mengandalkan kebersamaan, membuka ruang, memberikan kesempatan, mengajak parpol partai politik semisi, sevisi dan sepikiran dengan Lukas  Enembe untuk membangun Papua yang lebih  baik.</p>
<p>Demikian disampaikan Calon Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe S.IP sebagaimana dikutif  Sekretaris Tim Kampanye Koalisi Papua Bangkit Carolus Bolly SE di Jayapura, Jumat (2/9).</p>
<p>Dia menyatakan hal ini  sekaligus menjawab pernyataan bahwa munculnya koalisi  partai  politik yang mengklaim memberikan dukungan resmi kepada  sejumlah pasangan Calon  Gubernur dan Wakil  Gubernur seperi Drs Menase Robert Kambu MSi&#8211; Drs Blasius A Pakage,  Dr (HC) Barnabas Suebu SH— Dr (HC) John Tabo MBA, Alex Hesegem SE—Komarudin SH MH membuat kekuatan   pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Lukas Enembe—Klemen Tinal (LUKMEN)  terancam atau melorot, dia mengatakan, LUKMEN masih akan tetap memenuhi syarat diusung menjadi Calon Gubernur dan Wagub sesuai UU ketentuan 15 %.</p>
<p>“Kami di Tim Koalisi  dan Tim Kampanye sampai hari  ini sejak  kita saling  berkoasili satu dengan  yang lain kita membawa diri sebagai keluarga  besar Koalisi Papua Bangkit,” katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, apabila ada pertimbangan politik terjadi apa- apa yang tak ketahui ada partai politik yang  bergeser atau  memberikan dukungan ganda. Tapi keputusan hukum akhirnya menunjuk bahwa partai ini yang sah ada di Koalisi Papua Bangkit.<br />
Dikatakan,  di dalam tubuh kita tak pernah kita  melihat dan memandang bahwa itu   satu kursi dia tak  boleh disini dia  harus   begini.</p>
<p>“Di dalam Koalisi Papua Bangkit  yang ada hanyalah kebersamaan  yang kita bangun partai politik yang punya 9 kursi dengan 1 kursi ditempatkan sama dalam rangka memenangkan LUKMEN,” tandasnya.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/bangun-papua-tak-bisa-andalkan-mayoritas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koalisi Papua Bangkit Ancam Gugat  ‘Parpol yang Mbalelo’</title>
		<link>http://enembe.com/koalisi-papua-bangkit-ancam-gugat-%e2%80%98parpol-yang-mbalelo%e2%80%99.html</link>
		<comments>http://enembe.com/koalisi-papua-bangkit-ancam-gugat-%e2%80%98parpol-yang-mbalelo%e2%80%99.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 06:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA—Fenomena Calon  Gubernur dan Wakil Gubernur  yang mengumumkan telah mengantongi rekomendasi resmi dari sejumlah pimpinan partai politik ternyata membuat gerah   Koalisi Papua Bangkit  (KPB) yang mengusung pasangan  calon  Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016 Lukas Enembe S.IP dan Klemen Tinal SE MM (LUKMEN).    ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA—Fenomena Calon  Gubernur dan Wakil Gubernur  yang mengumumkan telah mengantongi rekomendasi resmi dari sejumlah pimpinan partai politik ternyata membuat gerah   Koalisi Papua Bangkit  (KPB) yang mengusung pasangan  calon  Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016 Lukas Enembe S.IP dan Klemen Tinal SE MM (LUKMEN).    Apabila diantara partai politik  yang telah menandatangani naskah kesepakatan koalisi ternyata mencabut kembali dukungan dan memberikan dukungan kepada kandidat lain alias “mbalelo”, maka KPB mengancam melakukan gugatan hukum. Pasalnya, secara hukum KPB  telah sah dan mempunyai ikatan hukum yang sangat kuat. Demikian disampaikan Ketua KPB John Banua Rouw SE didampingi Ketua dan Sekretaris masing masing partai politik koalisi di Kantor Sekretariat Tim Kampanye Lukas Enembe dan Klemen Tinal di Ruko Pasific Permai, Dok II, Jayapura, Jumat (26/8).</p>
<p>Walaupun demikian, politisi Partai Patriot ini menandaskan, KPB telah memenuhi syarat baik fisik maupun  administratif dukungan serta telah menyepakati tetap solid  mendukung  kepada  LUKMEN. Apalagi sampai ini pengurus inti koalisi partai  politik  tak melakukan tandatangan ganda untuk berkoalisi dengan Calon Gubernur dan  Wakil Gubernur yang lain.</p>
<p>“Dalam kesepakatan kita jelas tak boleh mencabut dukungannya,” tandasnya  sembari menunjukan semua dokumen menyangkut  rekomendasi dari  pusat dan SK pengangkatan sebagai pengurus yang berhak  menandatangi dokumen untuk didaftarkan ke KPU.<br />
Ke-14 partai politik yang secara resmi mengusung pasangan LUKMEN masing masing Partai Demokrat, Partai Patriot, PKS, PNI Marhaenisme, PKPI, PKPB,PNBK, PPRN, Partai Barnas, PKDI, PPPI, Partai Kedaulatan, PMB  dan PKB.</p>
<p>“Dari ke-14 partai politik ternyata 11 partai politik yang sudah fix  100 %  ada di kami,” ujarnya.<br />
Ditanya kenapa KPB tak tunggu verifikasi dari KPU untuk membuktikan dukungan yang sah, dia mengatakan,  pihaknya perlu menyampaikan agar publik mengetahui mekanisme secara  benar.</p>
<p>“Untuk kami kekurangan satu dua partai kami sangat cukup bahkan sisa. Tapi ada aturan dan   proses pembelajaran politik di Tanah Papua ini jangan kita membuat Papua makin tak damai,” tegasnya.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/koalisi-papua-bangkit-ancam-gugat-%e2%80%98parpol-yang-mbalelo%e2%80%99.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Partai Barnas Hanya Untuk Pasangan Lukmen</title>
		<link>http://enembe.com/rekomendasi-partai-barnas-hanya-untuk-pasangan-lukmen.html</link>
		<comments>http://enembe.com/rekomendasi-partai-barnas-hanya-untuk-pasangan-lukmen.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 05:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[JAYAPURA—Partai Barisan Nasional (Barnas) menegaskan bahwa suara dari partai berlambang bintang bulat ini hanya untuk pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen) saja.
Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Barnas Provinsi Papua Jimmy Mabel, SH.MM kepada Bintang Papua Jumat (26/08) yang ditemui di Jayapura.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAYAPURA—</strong>Partai Barisan Nasional (Barnas) menegaskan bahwa suara dari partai berlambang bintang bulat ini hanya untuk pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen) saja. Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Barnas Provinsi Papua Jimmy Mabel, SH.MM kepada Bintang Papua Jumat (26/08) yang ditemui di Jayapura.</p>
<p>&#8220;Yang jelas surat rekomendasi dari Partai Barnas hanya untuk pasangan Lukmen saja,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dikatakannya, jika belakangan ini ada 2 pasangan calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur yang juga mengatakan bahwa Partai Barnas juga mendukung, hal tersebut tidaklah benar karena Partai Barnas sudah berkoalisi dengan pasangan Lukmen.</p>
<p>&#8220;Tidak ada bukti bahwa Partai Barnas mendukung pasangan calon lainnya sehingga jika ada pasangan calon lain yang menyebutkan bahwa didukung Partai Barnas perlu dikroscek kebenarannya,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Menurutnya, tidak ada dualisme dalam tubuh Partai Barnas sehingga satu suara sudah bulat bahwa akan mendukung sepenuhnya pasangan Lukmen.</p>
<p>Ditanyai terkait dengan tindakan yang akan diambil Partai Barnas terkait dengan adanya 2 pasangan yang mengaku bahwa didukung oleh Partai Barnas, Jimmy menegaskan bahwa ada aturan partai politik yang mengatur sehingga sudah pasti yang bersangkutan pun dapat memahaminya.</p>
<p>&#8220;Jika mengaku didukung Partai Barnas dengan memasang bendera partai di sekretariat pemenangannya masing-masing namun tidak memiliki bukti berupa surat rekomendasi maka seperti mempermalukan dirinya sendiri, dan itu sudah bisa dianggap sebuah sanksi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ditambahkannya, dalam tubuh internal Partai Barnas sendiri pun hingga saat ini belum pernah ditemukan adanya dualisme sehingga sampai saai ini Partai Barnas tetap mendukung Lukmen.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/rekomendasi-partai-barnas-hanya-untuk-pasangan-lukmen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilegal, PPRN Diluar Kepemimpinan Amelia Yani</title>
		<link>http://enembe.com/ilegal-pprn-diluar-kepemimpinan-amelia-yani.html</link>
		<comments>http://enembe.com/ilegal-pprn-diluar-kepemimpinan-amelia-yani.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 05:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Rekomendasikan  LUKMEN Sebagai Calon Gubernur dan Wagub  Papua

 Kogoya
JAYAPURA—Kepengurusan DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)  yang sah sesuai SK Kementerian Hukum dan Hak Hak Asasi Manusia  RI  M.HH. No 17.AH 1101 Tahun 2010 Tentang Kepengurusan PPRN dibawah kepemimpinan Ny. Amelia Achmad Yani.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAYAPURA—Kepengurusan DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)  yang sah sesuai SK Kementerian Hukum dan Hak Hak Asasi Manusia  RI  M.HH. No 17.AH 1101 Tahun 2010 Tentang Kepengurusan PPRN dibawah kepemimpinan Ny. Amelia Achmad Yani.</p>
<p>Namun apabila,  masih ada kelompok kelompok atau oknum oknum yang mengatasnamakan pengurus PPRN itu anggap tak sah atau ilegal.</p>
<p>Kalau yang menandatangani untuk rekomendasi kandidat baik di Kabupaten/Kota maupun di Provinsi diseluruh Provinsi Papua diluar tandatangan Ketua Umum DPP PPRN Ny. Amelia Achmad Yani  itu juga dianggap ilegal.</p>
<p>Pasalnya,  putusan Mahkamah Agung (MA) No 194 K/TUN/2011 yang mengabulkan permohonan kasasi  yang dilakukan DPP PPRN atas nama Ir Ricky Sitorus MSi, Negeri Sirait SH MH, H. Rouchin serta Joller  Sinaga   tak  secara otomatis menggugurkan atau membatalkan kepengurusan yang ada dibawah  Ketua Umum DPP PPRN Ny. Amelia Achmad Yani.</p>
<p>Hal  ini disampaikan Ketua  DPW PPRN Provinsi Papua Kenius Kogoya SP kepada Bintang Papua diruang kerjanya, Kamis (25/8). Ia menyampaikan hal ini sekaligus membantah pernyataan ACH. Maruhum Sirait SSos dan Titus Hamadi yang mengangkat dirinya masing masing sebagai Ketua dan Sekretaris DPW PPRN Provinsi Papua yang sah dengan merujuk kepada salinan putusan MA  No 194 K/TUN/2011 yang mengabulkan permohonan kasasi  yang dilakukan DPP PPRN  atas nama Ir Ricky Sitorus MSi, Negeri Sirait SH MH, H. Rouchin serta Joller  Sinaga.</p>
<p>Dengan demikian, putusan PTUN Jakarta dengan No 91/G/2010/PTUN Jo Putusan PT.TUN Jakarta No 09/B/2010/PT.TUN Jakarta sebagai dasar SK Menkumham yang saat ini dipegang mantan Ketua Umum DPP PPRN Amelia Achmad  Yani batal demi hukum.</p>
<p>Karena itu, semua pengurus bentukan yang dilakukan jajaran DPW dan DPD PPRN diseluruh Indonesia  saat ini  tak sah.</p>
<p>Dia mengatakan, Ketua Umum DPP PPRN Ny. Amelia Achmad Yani telah memberikan rekomendasi  kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016 Lukas Enembe S.IP dan Klemen Tinal SE MM (LUKMEN) yang diusung Koalisi Papua Bangkit.</p>
<p>Karena itu, lanjutnya, pihaknya menghimbau kepada pengurus DPC, DPD maupun DPW PPRN diseluruh Provinsi Papua jangan mudah terprovokasi dengan segala macam informasi yang disampaikan oleh oknum oknum yang tak bertanggungjawab.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/ilegal-pprn-diluar-kepemimpinan-amelia-yani.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enembe: Dukungan Ganda Tidak Mempengaruhi Pasangan Lukmen Jelang Pilgub</title>
		<link>http://enembe.com/enembe-dukungan-ganda-tidak-mempengaruhi-pasangan-lukmen-jelang-pilgub.html</link>
		<comments>http://enembe.com/enembe-dukungan-ganda-tidak-mempengaruhi-pasangan-lukmen-jelang-pilgub.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 06:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Papua 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enembe.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[TIMIKA—Calon Gubernur Provinsi Papua dari Koalisi Bangkit, Lukas Enembe mengakui meskipun ada beberapa partai politik memberikan dukungan ganda pada pemilukada mendatang, tapi dirinya optimis dirinya bersama calon wakil gubernur Klemen Tinal, SE.MM tidak mengalami kesulitan dalam pendaftaran sekaligus mendapat dukungan dari masyarakat. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TIMIKA—Calon Gubernur Provinsi Papua dari Koalisi Bangkit, Lukas Enembe mengakui meskipun ada beberapa partai politik memberikan dukungan ganda pada pemilukada mendatang, tapi dirinya optimis dirinya bersama calon wakil gubernur Klemen Tinal, SE.MM tidak mengalami kesulitan dalam pendaftaran sekaligus mendapat dukungan dari masyarakat.</p>
<p>Demikian dikatakan Lukas Enembe ketika berkunjung ke Timika dan berkesempatan mengadakan tatap muka serta buka puasa bersama dengan seluruh elemen masyarakat dan Ormas Islam se Kabupaten Mimika. Pertemuan tatap muka yang bertepatan dengan ulang Tahun Bupati Mimika yang juga calon wakil gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE.MM hadir pula pimpinan denominasi gereja, tokoh-tokoh umat kristiani, pengurus-pengurus paguyuban dari seluruh Indonesia yang ada di Kabupaten Mimika.</p>
<p>“ Meski ada parpol yang memberi dukungan ganda kami dua tidak kuatir dengan persiapan kedepan ini. Soal kesiapan kami berdua sama dengan pasangan yang lain yang rata-rata baru deklarasi. Mungkin kami lebih dulu deklaras dan dukungan partai politik yang jelas. Kami sudah bisa pastikan tidak akan mengalami kesulitan memasuki tahap pendaftaran dan verifikasi calon nanti,” kata Enembe. Ketika menjawab pertanyaan parati-partai mana yang memberikan dukungan ganda, Enembe mengatakan tidak perlu menyebut partai mana tapi masyarakat bisa melihat sendiri karena sudah dirilis oleh media.</p>
<p>Namun bagi Enembe-Klemen tidak terpengaruh dengan dukungan ganda ini, karena sejak dari jauh hari keduanya telah menyiapkan diri dengan baik, termasuk infrastruktur dari tingkat provinsi hingga ke kabupaten kota sudah siap. “ Kami berdua tinggal menunggu waktu pelaksanaan seperti pendaftaran, seleksi calon dan tahap-tahap pilkada lainnya.  Sebagian besar partai politik memberikan dukungan kepada kami berdua meskipun ada beberapa ada pada “dua kaki”, dan belum jelas pilihan mereka.</p>
<p>Kami berdua menghargai pilihan mereka dan silahkan menentukan sikap politik mereka untuk memilih kandindat yang mana,” terang Enembe.</p>
<p>Pilkada sekarang ini, jelas Enembe mesin ada parpol dan juga ada pada elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri. Bila ada beberapa parpol keluar dari Koalisi Papua Bangkit, masih ada belasan parpol yang mendukung kami dan itu lebih dari cukup. Parpol bekerja, demikian pul seluruh elemen masyarakat bekerja kami yakin tidak akan mengalami kesulitan.</p>
<p>Dia optimis  melalui pencitraan di masyarakat yang sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2010 silam, deklarasi dari jauh-jauh hari melalui Koalisi Papua Bangkit,  sudah terbangun infrastruktur hingga ke daerah sebagai upaya kami berdua mempersiapkan rencana menuju Papua satu dan dua ini sejak dari jauh-jauh hari.  Saat  kedunya yakin sudah sangat siap untuk bertempur dalam proses pilkada Papua dan siap bersaing dengan calon-calon lainnya.</p>
<p>Sementara calon Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE.MM menyatakan keduanya maju dalam pilkada gubernur melalui pintu parpol. Parpol yang tergabung dalam Koalisi Papua Bangkit ada sekitar belasan parpol, dan bila ada yang beri dukungan ganda itu silahkan karena itu hak mereka.</p>
<p>Bagi Klemen secara lahir batin keduanya sudah siap. Pencitraan kepada masyarakat telah dilakukan hingga ke kampung-kampung mulai dari wilayah utara, pegunungan hingga ke wilayah selatan.</p>
<p>Soal pilihan kembali kepada hati nurani masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Masyarakat mesti melihat bahwa ada figur muda yang maju dalam pemilukada gubernur yang energik, punya kemampuan luar biasa dan punya pengalaman sebagai pemimpin ditingkat birokrasi pemerintahan.</p>
<p>Sumber:(Bintang Papua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enembe.com/enembe-dukungan-ganda-tidak-mempengaruhi-pasangan-lukmen-jelang-pilgub.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

